Wednesday, April 3, 2019

CAESAR ++

 Caesar ++ Angkat Miom: Dapat dengan
Pertimbangan Mioma uteri yakni tumor jinak pada dinding otot rahim. Yakni penyakit khas wanita, yang bisa menyebabkan wanita susah hamil.
Pada wanita yang sukses hamil, adanya miom berukuran besar -di atas 5 cm- bisa
menyebabkan komplikasi kehamilan seperti
kelainan letak bayi dalam kandungan, kelahiran prematur, ketuban pecah dini, dan kontraksi rahim yang kerap kali dinikmati.
Kecuali itu, miom juga perlu diangkat, sebab dapat berpotensi menjadi tumor ganas atau kanker.

Persalinan sesar bisa dijalankan sekalian sambil mengangkat miom dan kista. Tetapi sebelumnya dokter akan mengerjakan sejumlah penganalisaan, mencakup:

- Risiko pembedahan , berupa terjadi
perdarahan yang jika tak bisa dituntaskan dapat berlanjut pada pengangkatan rahim malahan kematian ibu.
- Tingkat kesusahan pengangkatan miom.
- Kecakapan teknik dokter yang bersangkutan.
- Ketersediaan darah sebagai pencegahan
terjadinya perdarahan.

Caesar + Tummy Tuc: Tak Boleh
Tummy tuc yakni perbuatan keindahan “tarik perut” dengan prosedur buang kelebihan lemak untuk membetulkan komponen perut yang menggelambir, supaya kulit lebih cepat.

Perbuatan ini lazimnya disertai prosedur
liposuction atau sedot lemak guna
penyusunan tubuh. Caesar plus tummy tuc ?
Bagus dokter kandungan ataupun dokter pakar bedah plastik tak menganjurkan sebab :

1. Terlalu berisiko . Berdasarkan Dr. Enrina Diah, Sp.BP, Ahli Bedah Plastik dan Kraniofasial Klinik Keindahan Ultimo, Jakarta, padahal tummy tuc cuma butuh waktu 2-4 jam, dijalankan pada dinding otot dan kulit, serta tak berkaitan dengan organ tubuh, tetapi dikaladijalankan sedot lemak akan dimasukkan cairan untuk menolong mengeluarkan lemak.
Memasukkan cairan pada keadaan tubuh
pascahamil yang masih banyak mengandung cairan, akan berdampak pada organ vitalseperti jantung. Kecuali itu, ada pula risiko perdarahan dan infeksi.

2. Alhasil tidak maksimal . Situasi otot perut yang masih melar tak akan membikin hasil tummy tuc memuaskan. Ketika tummy tuc akan dijalankan pengencangan otot rectus -otot yang melintang pada perut- dan pembuangan kulit berlebih yang membutuhkan insisi horizontal di atas pubis. Ini tak dapat dijalankan secara radikal, sebab pada
dasarnya otot perut akan mengencang kembali pascapersalinan.

3. Menghalangi pemberian ASI eksklusif dan merawat bayi . Luka sayatan pasca tummy tuc sungguh-sungguh besar, mulai dari panggul kanan ke kiri, secara khusus jika dijalankan full tummy tuc yang melibatkan pengencangan otot perut dan pengurangan lemak dan kulit. Dengan luka sebesar itu, pasti ibu tak nyaman menyusui dan merawat bayi.

4. Tarif kian tinggi.
Caesar + Pasang AKDR: Dapat Alat Kontrasepsi Tetapi Rahim (AKDR) atau IUD yakni alat kontrasepsi/pengaman berupa kumparan kecil sepanjang 3 cm yang dimasukkan/di taruh oleh dokter ke dalam rahim untuk mencegah kehamilan/kebuntingan.
AKDR bisa dipasang pada dikala ibu bersalin, bagus sesar ataupun per organ intim wanita, tetapi sejumlah
dokter mengungkapkan perbuatan ini berisiko menyebabkan keluar atau lepasnya AKDR, karena pascabersalin rahim ibu akan mengerjakan involusi atau mengecil kembali ke ukuran semula,
sehingga AKDR yang terpasang pada fundus (puncak) rahim berpeluang lepas. Tetapi anggapan berbeda diucapkan oleh spesialis medis dan penelitian berikut ini:

- Bagian ujung AKDR diletakkan ideal di fundus uteri, karenanya kemungkinan ekspulsi atau keluar spontan sungguh-sungguh kecil - Prof. Dr. dr. Biran Affandi, SpOG(K)
- Pemasangan AKDR ragam CuT380 pada
persalinan pervaginam dan operasi ceesar,
adalah prosedur yang aman, tepat sasaran dan bisa ditoleransi - Penelitian Monika, Hanafi Waskito dan Hary Tjahjanto dari Komponen Obgin RS Dr. Kariadi/FK Undip Semarang , 2009-2010.
- Pemasangan AKDR dikala operasi caesar tak meningkatkan risiko komplikasi, kecuali itu ekspulsi AKDR sungguh-sungguh rendah. 
- Penelitian Hermawan H dan Madjid TH dari Komponen Obgin RS Hasan Sadikin/FK Unpad Bandung, 2010.

Caesar + Tubektomi: Boleh Tubektomi yakni cara kontrasepsi operatif untuk mencegah kehamilan, dengan metode mengikat saluran telor atau tuba falopii.
Prinsipnya yakni menghambat telor melalui
saluran telor sehingga tak terjadi pembuahan oleh air mani. Ada sebagian metode tubektomi, salah satunya yang dianggap praktis yakni dijalankan bersamaan dengan operasi sesar, sebab:

- Sesudah anestesinya sama , dapat spinal atau bius sempurna.
- Ibu dalam situasi tak hamil -bayi telah
dilahirkan.
- Tindakannya sama-sama dijalankan dokter obgyn berkolaborasi dengan dokter anestesi.
- Tidak operasi ibu tak perlu cemas risiko
kehamilan.
- Tak ada risiko spesifik yang timbul sebab
dijalankan bersamaan dengan caesar. Risiko yang ada, seperti operasi lainnya, secara khusus terkait dengan anestesi.
Dokter juga dapat tanpa sengaja merusak ligamen peritoneal selama operasi, sehingga mengakibatkan menurunnya produksi hormon dan menopause dini. Potensi komplikasi lain yang sungguh-sungguh jarang yakni kehamilan ektopik dan gangguan menstruasi.
Sesar + Operasi Usus Buntu: Dapat dengan
Pertimbangan Operasi usus buntu atau apendiktomi yakni perbuatan pengangkatan usus buntu –organ berbentuk tabung kecil dan tipis berukuran 5-10 cm yang terhubung di usus besar atau daerah
tinja terwujud- yang dijalankan kalau usus buntu mengalami pembengkakan dan peradangan (apendisitis). Operasi usus buntu bisa dijalankan berbarengan dengan operasi caesar kalau diagnosa usus buntu bertepatan dengan waktu persalinan ibu.
- Prosedur anestesinya sama.
- Sama-sama perbuatan operatif pada abdomen.
- Aman, tak meningkatkan risiko ataupun
lama waku tinggal ibu di rumah sakit
pascaoperasi.
- Pengangkatan usus buntu dijalankan sesudah bayi dilahirkan.
Pada kasus ibu didiagnosa mengalami usus buntu sebelum tiba waktu bersalin, karenanya operasi usus buntu tak dapat ditangguhkan untuk menunggu jadwal caesar. Seketika operasi usus buntu
adalah tindaan darurat. Sesudah dioperasi
jauh lebih aman ketimbang menunggu, guna menghindari risiko pecahnya usus buntu atau penyebaran infeksi lebih luas, yang bisa mengakibatkan kematian ibu dan bayi dalam kandungan. (DEN)


EmoticonEmoticon