Tuesday, April 2, 2019

OBAT AMAN SAAT HAMIL, ADAKAH?


Sangatlah wajar apabila ibu hamil tak berkeinginan mengkonsumsi obat-obatan selama masa kehamilannya, meskipun sedang flu, pilek, atau demam. Cemas obat akan berimbas buruk pada bayi dalam kandungan, ibu hamil kerap kali memilih tak mengkonsumsi obat.

Food and Drug Administration (FDA) AmerikaSerikat menyuarakan bahwa tak ada obat-obatan yang sama sekali aman dikonsumsi olehibu hamil. Sebab itu FDA membikin pengkategorian obat menurut risikonya apabila dikonsumsi dikala hamil seperti dikabarkan oleh www.verywellhealth.com .

Klasifikasi A yaitu obat-obatan yang ternyata aman bagi bayi dikala kehamilan 3 bulan pertama.
Sebagian tipe obat masuk dalam klasifikasi ini, selain obat untuk penyakit asma.

Klasifikasi B yaitu obat-obatan yang telah diuji pada hewan hamil dan menonjolkan tingkat aman, meskipun belum diuji coba pada ibu hamil.

Klasifikasi C yaitu obat-obatan yang
menonjolkan efek merugikan dikala diuji pada hewan hamil melainkan pemakaiannya jauh lebih berguna kepada potensi risiko negatif pada ibu hamil.

Klasifikasi D yaitu obat-obatan yang
menonjolkan akibat terang pada bayi dalam kandungan, namun pada kasus tertentu seharusnya diresepkan untuk ibu
hamil dengan tujuan menyelamatkan nyawa ibu hamil dan janinnya.

Klasifikasi X , yakni obat-obatan yang pasti akan membikin bayi dalam kandungan mengalami kecatatan, yang telah diuji pada hewan hamil ataupun wanita hamil.

Calon bunda dan bunda yang sedang hamil,
sebaiknya berkonsultasi dengan dokter
perihal risiko dan manfaat obat antialergi.
Dokter akan memberikan obat seringan mungkin, melainkan Anda seharusnya mengerti soal obat yang akan Anda pakai.

Berikut ini yaitu tipe dan klasifikasi obat yang seharusnya Anda pahami:

Antihistamin Chlorpheniramine yang telah ada semenjak dahulu, yaitu obat antialergi rhinitis – peradangan di rongga hidung imbas alergi. Obat ini aman bagi ibu hamil, dan termasuk klasifikasi B.

Antihistamin yang diproduksi sesudahnya
seperti loratadine (dalam wujud generik diketahui sebagai claritin) dan cetizine (betuk generiknya diketahui dengan nama zytrec) juga termasuk dalam klasifikasi B. Antihistamin keluaran terupdate yakni xyzal (levocetirizine) juga masuk dalam
klasifikasi B.

Decongestants
Merupakan obat untuk meringankan gejala flu.
Pseudiephedrine yang dalam wujud generiknya memakai istilah Sudafed, yaitu obat yang dianjurkan yang diminum lewat mulut, meskipun tak untuk ibu hamil di trimester pertama sebab berhubungan dengan gastroschisis (cacat lahir
dinding perut) pada bayi. Obat ini masuk dalam

klasifikasi C.
Obat semprot hidung
Obat semprot hidung cromolyn betul-betul menolong meredakan gejala alergi rhinitis apabila dipakai sebelum terjadi alergi. Obat ini masuk dalam
klasifikasi B dan banyak tersedia di pasaran. Kalau obat ini tak juga menolong meredakan, dapat memakai semprotan steroid yakni budesonide (rhinocort aqua) yang masuk klasifikasi B. Obat semprot lain kecuali keduanya, masuk klasifikasi C. Untuk itu pilihlah dengan teliti dikala
ingin menerapkannya.

Immunotherapy
Suntikan untuk meredakan alergi dapat dipakai selama kehamilan, melainkan dokter spesialis alergi akan menurunkan dosisnya sampai 50%. Ada dokter yang akan menetapkan untuk menghentikan pemberian obat ini selama kehamilan sebab dapat menyebabkan peningkatan
risiko anaphylaxis - tanggapan alergi berat yang terjadi secara tiba-tiba dan bisa menyebabkan kematian, dan kemungkinan risiko bahaya pada bayi dalam kandungan.


EmoticonEmoticon